| Thursday, September 11, 2008 |
| Tiba-tiba kangen |
Hm, mungkin bener yaa...ibu-ibu hamil muda suka gampang sentimentil..karena kesensitifan yang disebabkan perubahan hormon? Entahlah, mungkin itu yang terjadi padaku ahir-akhir ini. Menginjak usia kehamilan baru mau dua bulan, ga terhitung udah berapa kali air mataku menitik karena berbagai alasan, dari alasan bahagia, bahagia banget, hingga terharu.
Yang sering bikin aku suka ga mengerti, sering banget siang2 bangun tidur sebelum dzuhur gitu, tiba2 pengin ketemu ma suami, pengin ditemenin,..padahal beliau nya kan masih di kantor, jadi cuma bisa smsan aja paling. Eh kemarin siang itu, saking kangennya, pas ditelpon suami, tanpa bisa kucegah air mataku berloncatan keluar, saking terharu n senengnya denger suara beliau.
Walhasil, suami jadi curiga dan khawatir aku kenapa2, tapi aku berusaha meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. After that, aku segera ke kamar mandi ambil wudhu buat sholat dzuhur, eh..pas pakai mukena..ternyata suami pulang..Pas ditanya, kenapa pulang, katanya khawatir banget denger suaraku yang serak2 kyk nahan tangis itu..hehehe..abis itu aku malah jadi ga enak bangettt...feel guilty gitu..hehehe
Siang ini, sebenernya juga sama..tiba2 kangen...tapi suami lg tugas ke purwodadi, blora en cepu euy..:( jadinya yaa...wes, sabar deh..kalau ga, ntar malah membuat beliau lebih khawatir..Labels: curhat |
posted by Resti's wife @ 11:42 PM   |
|
|
| Tuesday, April 11, 2006 |
| Allah Lebih Tahu Yang Terbaik |
Belum genap sebulan yang lalu ayahku dipanggil oleh Allah SWT, setelah setahun lamanya beliau berjuang melawan kanker. Waktu yang cukup panjang memang, mengingat tahapan penyakitnya yang terus memburuk dari bulan ke bulan, hingga beliau sempat nyaris kehilangan semangat. Alhamdulilah, banyak pihak terus-menerus mensuport keluargaku. Aku tidak tahu apa jadinya kami tanpa bantuan dan dukungan mereka. Namun, ketika hari itu tiba, sempat terbersit rasa sedih dan kecewa; sedih, karena aku kini sudah tidak punya orang tua lagi, kecewa, karena aku merasa belum sempat memberikan yang terbaik sebelum ibu dan ayahku berpulang ke Rahmatullah… Namun aku mencoba untuk menghibur diri sendiri dengan berpikir: "Sudahlah Wi, Insya Allah ada hikmahnya. Mungkin ini pilihan yang terbaik dari AllAh buat kita". Akupun berusaha untuk melapangkan hati, berusaha menghilangkan kekecewaan, dan menjalani pilihan Allah itu dengan sungguh-sungguh. Dengan rasa yakin, Allah pasti memberi yang terbaik. Bahwa, seringkali kita sulit menerima kenyataan yang ditentukan oleh Allah Sang Penguasa kepada kita. Hingga kita banyak berkeluh kesah, memendam kekecewaan yang panjang dan bersu’udzon kepada Allah. Bahkan sampai berani mengatakan, Allah tidak adil (na’udzu billahi min dzaalik). Demikianlah, kehidupan kita senantiasa diwarnai dengan kejadian yang senantiasa berpasangan. Ada senang ada susah, ada kesuksesan ada kegagalan. Yang sering kali kita tidak mengerti dan tidak mampu memahami hikmah dibalik setiap peristiwa. Yang kesemuanya mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersyukur atas setiap rahmat yang dianugerahkan kepada kita, dan bersikap sabar dalam setiap ujian. Kita harus meyakini sepenuhnya bahwa Allah Pencipta kita, lebih Tahu mana yang terbaik bagi kita. Apa saja yang kita inginkan dan kita senangi, belum tentu baik menurut pandangan Allah. Sebaliknya, apa yang tidak kita inginkan dan tidak kita senangi belum tentu buruk untuk kita, menurut pandangan Allah. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS Al Baqoroh : 216). Sehingga, seharusnyalah kita sebagai ummat-Nya selalu menggantungkan diri kepada-Nya. Mengkomunikasikan segala keinginan kepada-Nya. Memohon petunjuk dan bimbingan untuk dapat memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk, dan selalu berprasangka baik kepada Allah atas segala ketentuan yang ditetapkan. Menyertakan do’a dalam setiap usaha. Dan lapang dada, tawakkal kepada Allah terhadap segala yang terjadi. Sehingga kehidupan ini akan menjadi nikmat dijalani. Nikmat yang dianugerahkan-Nya akan menambah ketaatan kita, dan cobaan yang diberikan akan menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya. "Robbi awzi’nii an asykuroo ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa ad khilnaa birohmatika fii ‘ibaadikashshoolihiin”. Ya Robb kami, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (QS An Naml:19).
Thanks to:
Real friend and real sister; dewi… Motivator dan charger rohani; oci, indah, iin, diyah, nina, neti, daning, fita, heru, trias, uni anis, and others… Yang selalu ada ketika aku butuh bantuan; lely kimia, retno, nesti, upik, yayuk, nur, lala, anin, dini, ratih, sanggi, ika, leli biologi, … Dan semua donor yang selalu ready to give their blood…Labels: curhat |
posted by Resti's wife @ 4:28 PM   |
|
|
|
| Sekilas tentang |
|
|
| Artikel |
|
| Artikel lain |
|
|
| Kata Mutiara |
| |
| Links |
|
|
| Link lain |
|
|
| Friends |
|
| Comment |
|
|
|